1) Pengalaman membeli Goods (Krim wajah)
Merawat penampilan sangatlah penting bagi setiap orang, khususnya perempuan baik dari dalam maupun dari luar. Sejak SMP, saya sudah mulai merawat diri, salah satunya adalah dengan cara mencuci wajah dua kali sehari dan memakai pelembab wajah. Entah mengapa, saya sering berganti-ganti merek facial foam dan pelembab wajah karena saya belum menemukan produk yang cocok untuk kulit wajah saya.
Awal tahun lalu, kakak perempuan saya datang ke Bandung dan dia merekomendasikan satu set produk wajah yang berisi sabun muka, krim siang dan krim malam. Awalnya saya tidak tertarik dengan produk tersebut karena mereknya tidak terkenal dan tidak beredar luas di pasaran seperti produk-produk wajah lainnya. Apalagi dengan banyaknya pilihan produk untuk wajah yang banyak ditemukan di pasaran, dengan harga yang bermacam-macam dan manfaat dari masing-masing produk itu, saya menjadi lebih selektif dalam memilih produk yang tepat untuk wajah saya.
Namun setelah saya mencari dan mendapatkan informasi mengenai produk ini dari orang-orang yang telah menggunakannya (termasuk kakak saya), saya mulai membeli dan mencobanya selama satu bulan. Ternyata saya merasa cocok dan nyaman menggunakan produk ini, bahkan saya merasakan efek yang tidak saya temukan dari produk-produk wajah lain yang pernah saya coba sebelumnya. Akhirnya saya telah menemukan produk yang tepat untuk perawatan wajah saya dan masih saya gunakan hingga saat ini.
Berikut adalah tahapan-tahapan pembelian barang sebagai berikut :
>>Tahap pertama adalah Kesadaran akan kebutuhan suatu produk dan ketersediaannya. Seorang konsumen harus tahu bahwa ada kebutuhan atau ada kesempatan yang dapat dilakukan bila dia membeli barang tertentu dan membeli suatu produk (Krim wajah) sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi.
>>Tahap kedua, seorang Konsumen akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang produk yang akan dibelinya. Konsumen akan mencari informasi suatu produk tentang keunggulannya, harganya, penjualannya, dan juga jaminan dari perusahaan.
Dua langkah pencarian informasi :
Pencarian Internal |
| |
Pencarian Eksternal |
| |
Sumber utama dari informasi eksternal adalah: | ||
| ||
>>Tahap ketiga, adalah preferensi. “Kenapa saya harus membeli produk merk X, bukan merk Y. Kenapa saya harus membeli produk yang seharga ini bukan seharga itu.” Ini adalah preferensi. Konsumen akan mencocokkan produknya disesuaikan dengan kebutuhannya, seleranya,dan lainnya. Di tahapan ini konsumen sudah mulai mengerucutkan pada apa yang lebih disukai dibandingkan produk yang lain.
>>Tahap keempat adalah membuat keyakinan atau konfirmasi. Setelah konsumen mengerucutkan pada beberapa pilihan, dia akan tambah mantap setelah mendengar penjelasan yang baik dari penjual /salesman dan memutuskan untuk membeli.
>>Tahap kelima akhirnya konsumen tersebut akan merasakan atas hasil pembelian yang telah dilakukannya, dan setiap konsumen akan berbeda. Konsumen membandingkannya dengan harapan dan baik, puas atau tidak puas. Dalam tahap ini, saya merasa puas akan produk yang saya gunakan.
Yang menjadi faktor dalam mempengaruhi saya untuk membeli produk ini adalah :
Pengalaman : sikap dan kepercayaan.
2) Pengalaman membeli service (Menggunakan jasa salon)
Selain merawat wajah, saya juga melakukan perawatan rambut seperti creambath atau masker rambut setiap sebulan sekali atau disaat saya sedang ingin pergi ke salon saja, karena saya tidak terlalu suka menghabiskan waktu berjam-jam di salon sebagaimana yang dilakukan perempuan pada umumnya, hanya untuk merawat rambut atau perawatan tubuh.
Namun merawat rambut yang menjadi mahkota seorang perempuan juga memang penting agar penampilan kita semakin cantik. =)
Dari sekian banyak salon-salon yang menawarkan perawatan dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki, memang banyak ditemukan dimana-mana. Berbagai harga dan fasilitas yang ditawarkan pun bermacam-macam.
5 tahun yang lalu, saya tidak sengaja melihat salon yang terletak di pinggir jalan di daerah antapani, awalnya saya melihat spanduk besar dan berisi daftar harga yang dipajang di depan salon tersebut. Saya cukup kaget dengan harga yang tercantum jauh lebih murah dibandingkan dengan salon-salon yang pernah saya kunjungi. Karena waktu itu saya masih SMA, saya berpikir bahwa saya tidak ingin membuang uang terlalu banyak hanya untuk sekedar potong rambut atau creambath. Kemudian suatu hari saya mencoba creambath dan potong rambut di salon itu. Saat saya merasakan pelayanan yang diberikan, ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan di salon-salon lainnya, namun yang membedakan adalah total biaya yang saya keluarkan untuk jasa yang sama relatif lebih rendah dan cukup memuaskan. Saya sempat ragu dengan pelayanan yang diberikan di salon itu, tidak akan sebaik salon-salon lain yang menawarkan harga lebih tinggi. Tapi dugaan saya salah, ternyata di salon ini saya bisa mendapatkan pelayanan yang baik dengan harga sangat terjangkau, apalagi untuk pelajar seperti saya.
Hingga saat ini , saya masih selalu meluangkan waktu saya untuk menggunakan jasa di salon tersebut karena saya sudah merasa nyaman dengan service yang diberikan karyawan-karyawannya dan lokasi yang juga tidak terlalu jauh dengan rumah saya.
Terdapat enam perbedaan antara produk dan jasa yaitu ;
- Ketidakberwujudan dari tampilan jasa
- Keterlibatan konsumen dalam proses produksi jasa
- Evaluasi terhadap jasa sangat sulit dilakukan oleh konsumen
- Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan
- Pentingnya kontak secara personal dengan konsumen
- Kecilnya peran perantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar